sistem saraf dan indra pada hewan
Sistem syaraf dan indra pada hewan
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Untuk
bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, makhluk hidup
menggunakan sistem koordinasinya, berupa indera dan saraf, sebagai alat untuk
mengenal apapun yang ada di sekitarnya. Makhluk hidup bisa mengenal
lingkungannya dengan indera, khususnya menggunakan mata. Hewan, misalnya, dapat
mengenali mangsanya lewat penciumannya, pendengarannya, dan penglihatannya.
Namun tidak semua makhluk hidup
mempunyai kesamaan dalam indera dan saraf. Tiap makhluk hidup mempunyai indera
sesuai dengan cara hidup dan kebiasaannya, serta tidak semua makhluk hidup
menggunakan semua alat indranya untuk melakukan aktifitas. Contohnya pada hewan
invetebrata seperti protozoa hewan ini tidak memiliki indra, akan tetapi peka
terhadap rangsangan, Coloenterata menggunakan Tentakel sebagai alat peraba,
cacing tanah memiliki indra yang berada dipermukaan tubuhnya dan peka terhadap
rangsangan. Hewan ini hanya mampu membedakan antara gelap dan terang saja.
Hewan vertebrata mereka memiliki
sistem koodinasi atau alat indera yang sempurna. Hewan-hewan ini menggunakan
mata untuk melihat, hidung yang berfungsi sebagai indra pencium, tangan atau
kulit sebagai indra peraba dan telinga yang berfungsi sebagai indra pendengar.
Untuk mengetahui lebih lanjut dan lebih jelas mengenai sistem indera dan saraf
pada hewan, kami memaparkan penjelasan secara teori pada makalah ini.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah yang
dimaksud dengan sistem saraf?
2.
Bagaimana
sistem saraf pada hewan vertebrata?
3.
Bagaimana
sistem saraf pada hewan invertebrata?
4.
Apakah yang
dimaksud dengan sistem indera?
5.
Apa saja
macam-macam sistem indera?
6.
Bagaimana
sistem indera pada hewan invertebrata?
7.
Bagaimana
sistem indera pada hewan vertebrata?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui
apa yang dimaksud dengan sistem saraf.
2.
Mengetahui
sistem saraf pada hewan vertebrata.
3.
Mengetahui
sistem saraf pada hewan invertebrata.
4.
Mengetahui
apa yang dimaksud dengan sistem indera.
5.
Mengetahui
macam-macam sistem indera.
6.
Mengetahui
sistem indera pada hewan invertebrata.
7.
Mengetahui
sistem indera pada hewan vertebrata.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sistem Saraf
Saraf
merupakan salah satu kamponen sistem koordinasi pada tubuh hewan. Sistem saraf
dapat dilukiskan sebagai kumpulan neuron yang diorganisasikan sedemikian rupa
sehingga mampu mengoordinasikan berbagai aktivitas tubuh. Organisasi sistem
saraf pada hewan sangat bervariasi, tergantung pada tingkat perkembangan tubuh
masing-masing hewan.
Pada tingkat
yang paling sederhana, organisasi sistem saraf hanya tersusun atas sebuah
neuron dengan dendrit dan akson. Dendrit berfungsi sebagai reseptor dan ujung
akson membentuk sinapsdengan berupa jenis sel efektor (antara lain sel otot).
B.
Sistem Saraf
pada Hewan Vertebrata
1.
Ikan (Pisces)
Ikan merupakan vertebrata yang
paling rendah derajatnya dibandingkan vertebrata yang lain. Ikan merupakan
hewan yang memerlukan kemampuan bergerak yang memadai untuk menghindar dari
musuh dan menangkap mangsa. Selain itu ikan dituntut memiliki keseimbangan yang
bagus oleh karena itu ikan memiliki perkembangan otak kecil yang lebih baik,
sebab otak kecil atau serebellum, merupakan bagian pengontrol
keseimbangan dan pusat pergerakan.
2. Katak (Amfibi)
Sebagai contoh adalah katak, Pada
katak yang paling berkembang adalah penglihatannya oleh karena itu bagian otak
secara keseluruhan hanya berbentuk memanjang sebab bagian otak kecilnya tidak begitu
berkembang.
3.
Reptilia
Bangsa reptil umumnya memiliki daya
penciuman yang sangat tajam, oleh sebab itu bagian otak yang merupakan pusat
penciumannya lebih berkembang dan bentuknya lebih besar dan memanjang kearah
depan.
4.
Burung (Aves)
Burung merupakan hewan aktif yang
banyak melakukan pergerakan serta memiiki keseimbangan yang bagus terutama saat
terbang. Beberapa burung juga memiliki ketajaman penglihatan yang bagus. Karena
itu, pusat koordinasi gerak dan keseimbangan burung berkembang baik hal ini
dapat terlihat dari adanya lekukan-lekukan pada otak kecil burung yang
menjadikan volume otak kecilnya menjadi lebih besar.
5.
Mamalia
Mamalia merupakan vertebarta yang
memiliki derajat tertinggi dan hal ini terbukti dari perkembangan otaknyapun
dapat jelas terlihat dimana otak kecil dan otak besarnya berkambang dengan baik
dan ini jelas sesuai dengan aktifitas-aktifitas yang dilakukan mamalia.
C.
Sistem Saraf
pada Hewan Invertebrata
1. Sistem saraf
pada Protozoa
Protozoa, misalnya amoeba tidak mempunyai susunan
saraf, tetapi mempunyai kepekaan terhadap rangsang dari luar dan mampu
menanggapi rangsang tersebut, misalnya rangsangan yang berupa cahaya dan
sentuhan. Jika rangsangannya kuat, protozoa menjauh,sebaliknya jika rangsang
itu lemah, akan mendekat. Pada paramecium terdapat fibril yang peka
terhadap suhu dan sinar, serta berfungsi untuk mengatur gerakan silianya.
2. Sistem saraf
pada Coelenterata
Hydra memiliki sistem saraf difus. Disebut sistem saraf difus karena sel-sel
saraf masih tersebar dan saling berhubungan satu sama lain menyerupai jala,
maka juga disebut saraf jala (jaring saraf).
3. Sistem saraf
pada Echinodermata
Pada bintang laut memiliki sistem saraf sirkuler yang terdiri dari cincin
saraf yang melingkari kerongkongan dengan cabang-cabangnya menuju ke setiap
lengan.
4. Sistem saraf
pada Serangga
Sistem saraf serangga juga terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf
tepi, berupa sistem saraf tangga tali. Pada belalang sistem saraf pusat tersusun
atas kelompok-kelompok badan sel saraf yang disebut ganglia. Tiap-tiap
ganglia dihubungkan oleh satu atau lebih tali-tali saraf. Sementara itu, saraf
tepi belalang tersusun oleh akson sensorik dan akson motorik ke dan dari
ganglia, (jamak dari ganglion). Ganglion merupakan pusat pengolah rangsang. Ada 3 macam
ganglion.
a.
Ganglion
kepala, menerima urat saraf yang berasal dari mata dan antena.
b.
Ganglion di
bawah kerongkongan, mengkoordinasi aktivitas sensoris dan motoris rahang bawah (mandibula),
rahang atas (maksila), dan bibir bawah (labium).
c.
Ganglion
ruas-ruas badan berupa serabut-serabut saraf yang menuju ruas-ruas dada, perut,
dan alat-alat tubuh yang berdekatan. Ganglion bawah kerongkongan dan ganglion
ruas-ruas badan terletak dibawah saluran pencernaan. pada serangga terdapat 2
benang saraf yang membentang sejajar sepanjang tubuhnya dan menghubungkan
ganglion satu dengan ganglion yang lain.
Pada serangga kelenjar endokrin lebih banyak
digunakan untuk proses pertumbuhan dan metamorfosis. Selama masa pertumbuhan,
serangga akan menanggalkan eksoskeletonnya secara berkala. Proses pergantian
kulit ini disebut molting. Molting terjadi sampai stadium dewasa. Hormon
yang menyebabkan terjadinya molting adalah hormon ekdison. Hormon ini
dihasilkan dari kerja sama kelenjar protorasik yang terletak di dalam dada dan
hormon yang dihasilkan oleh otak. Otak serangga juga menghasilkan hormon yang
mempengaruhi proses metamorfosis, yaitu hormon juvenil. Hormon ini berfungsi
menghambat proses metamorfosis. Sekresi hormon juvenil yang cukup akan membuat
ekdison merangsang pertumbuhan larva. Namun, jika sekresi hormon ini berkurang
maka ekdison akan merangsang perkembangan pupa.
Gambar: sistem koordinasi
serangga
Sensitifitas terhadap tekanan dan
sentuhan adalah mekanoreseptor. Diantara mekanoreseptor yang paling sederhana
adalah ujung-ujung saraf yang ditemukan pada jaringan ikat dikulit. Struktur
sensori ini berfungsi sebagai filter terhadap energi mekanik melalui berbagai
cara. Pada antropoda ujung-ujung sensori sensitif secara mekanik dihubungkan
dengan erabut otot khususdan sensila seperti rambut yang merentang pada eksos
skeleton anntropoda.
Belalang akan mendekati sumber
cahaya bila dalam keadaan jauh dan akan menjauhinya bila dalam keadaan dekat.
Hal ini dikarenakan oleh mata mejemuk yang dimiliki oleh serangga yang
berfungsi sabagai reseptor penglihatan yang terpisah.Cahaya yang dapat masuk
hanya cahaya yang masuk kedalam omatidium yang paralel (atau hampir) dengan
sumbu panjang yang mundur yang diserap oleh pigmen-pegmen penyaring.Sifat faset
dalam mata mejemuk pada serangga bertindak sebagai lensa yang menghimpun khas
cahaya dari seluruh bagian objek yang dipandang dan meneruskannya kembali.
Serangga akan menjauhi cahaya dalam jarak dekat dikarenakan terlalu banyaknya
cahaya yang masuk ke sistem mata mejemuk yang hanya dapat menyaring cahaya
dalam jumlah kecil.
Kemoreseptor pada insekta dalam hal
ini adalah belalang terlatak pada bagian mulut, antenna, dan kakinya. Oleh
karena itu walaupun gerakan beleleng menjauhi cahaya namun antenna dan kakinya
bergerak
5. Sistem saraf
pada cacing
Susunan sistem saraf pada cacing berupa sistem tangga tali. Planaria,
yang termasuk golongan cacing pipih memiliki sistem saraf pusat dan sistem
saraf tepi. Sistem saraf pusat Planaria terdapat pada otak disebut juga ganglion
anterior. Otak ini berukuran kecil. Sistem saraf tepi cacing berupa dua
saluran yang menuju ke arah posterior, masing-masing saraf tersebut berada di
daerah lateral tubuh cacing, keduanya dihubungkan oleh saraf penghubung.
Saraf yang juga tersusun simetri bilateral ini digunakan untuk merespon cahaya.
Apabila cacing pipih terkena sinar, otak akan memerintahkan cacing bergerak ke
tempat gelap, misalnya di bagian bawah batu.
Gambar: sistem koordinasi Planaria dan Hirudinea
Berbeda
dengan Planaria, Annelida (misalnya lintah) mempunyai jumlah
neuron yang lebih banyak di bagian otak. Saraf yang terdapat di
sepanjang tubuhnya merupakan saraf ventral yang tersusun atas beberapa
ganglion. Di dalam ganglion terdapat interneuron yang mengoordinasi berbagai
aksi pada setiap segmen.
D.
Pengertian
Sistem Indera
Sistem
indera adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi untuk proses
informasi indera. Di dalam sistem indera, terdapat reseptor indera,
jalur saraf, dan bagian
dari otak ikut serta dalam tanggapan indera.
Umumnya, sistem indera yang dikenal
adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan dan peraba.
E.
Macam-Macam
Sistem Indera
1.
Kemoreseptor
Yaitu alat indera yang merespon
terhadap rangsangan zat kimia yaitu indera pembau (hidung) dan indera pengecap
(lidah). Penciuman, penghiduan, atau olfaksi, adalah penangkapan atau perasaan
bau. Perasaan ini dimediasi oleh sel sensor tespesialisasi pada rongga hidung
vertebrata, dan dengan analogi, sel sensor pada antena invertebrata.
Untuk hewan penghirup udara, sistem
olfaktori mendeteksi zat kimia asiri atau, pada kasus sistem olfaktori
aksesori, fase cair. Pada organisme yang hidup di air, seperti ikan atau
krustasea, zat kimia terkandung pada medium air di sekitarnya.
Penciuman, seperti halnya
pengecapan, adalah suatu bentuk kemosensor. Zat kimia yang mengaktifkan sistem
olfaktori, biasanya dalam konsentrasi yang sangat kecil, disebut dengan bau.
2.
Mekanoreseptor
Yaitu alata indera yang merespon
terhadap rangsangan gaya berat, tegangan suara dan tekanan yakni indera peraba
(kulit) dan indera pendengaran (telinga). Pendengaran adalah kemampuan untuk
mengenali suara. Dalam manusia dan binatang bertulang belakang, hal ini dilakukan
terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga, syaraf-syaraf, dan
otak.
Tidak semua suara dapat dikenali
oleh semua binatang. Beberapa spesies dapat mengenali amplitudo dan frekuensi
tertentu. Manusia dapat mendengar dari 20 Hz sampai 20.000 Hz. Bila dipaksa
mendengar frekuensi yang terlalu tinggi terus menerus, sistem pendengaran dapat
menjadi rusak.
3.
Photoreseptor/
Fotoreseptor
Yaitu alat indera yang merespon
terhadap rangsangan cahaya seperti indera penglihatan atau mata. Penglihatan
adalah kemampuan untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya, salah satu dari
indra. Alat tubuh yang digunakan untuk melihat adalah mata.
Banyak binatang yang indra
penglihatannya tidak terlalu tajam dan menggunakan indra lain untuk mengenali
lingkungannya, misalnya pendengaran untuk kelelawar.
F.
Sistem
Indera pada Hewan Invetebrata
1.
Indera pada Protozoa
Protozoa
pada umumnya tidak memiliki indera. Meskipun demikian protozoa peka
terhadap rangsangan, yaitu terhadap rangsang yang lembut akan mendekat dan
terhadap rangsang yang kuat akan menjauh. Euglena salah satu jenis protozoa
memiliki bintik mata yang dapat
menerima rangsang caha
2.
Indera pada Bekicot
Bekicot
memiliki dua pasang tentakel yaitu sepasang tentakel panjang yang diujungnya
terdapat sepasang mata sebagai indera penglihat dan sepasang tentakel pendek
yang berfungsi sebagai inderaperaba.
3.
Indera pada Cacing
Cacing tanah memiliki dua macam indera yang berkembang dengan baik yaitu
(1) indera penerima rangsang cahaya yang terdapat di lapisan kulit
bagian dorsal, dan banyak terkumpul di daerah ujung tubuh terutama di ujung
anterior (2) sel-sel sensori yang peka terhadap rangsang sentuhan. Pada
Planaria, mempunyai bintik mata yang fungsinya tidak untuk melihat tetapi peka
terhadap rangsang cahaya.
4.
Indera pada Serangga
Serangga
memiliki dua macam indera yang berkembang dengan baik yaitu sepasang
sungut yang berfungsi sebagai alat peraba dan pencium. Serangga
memiliki indera penglihatan berupa mata tunggal (oseli), mata majemuk (mata
faset) dan ada pula yang memiliki keduanya. Mata tunggal umumnya berbentuk
segitiga, mata majemuk terdiri dari ribuan alat penerima rangsangan cahaya yang
disebut Omatidium. Setiap omatidiun terdiri dari lensa, sel konus,
pigmen, sel fotoreseptor, dan jatuh tegak lurus pada lensa. Omatidium dapat mendeteksi bentuk dan bayangan. Hanya cahaya yang tegak
lurus yang dapat diterimanya.
Belalang memiliki sepasang potongan
kecil sensori pada antena, toraks dan abdomen yang sensitif terhadap panas.
Bila potongan kecil itu dihilangkan maka belalang tidak lagi merespon terhadap
sumber panas.
Salah satu contoh dari insekta
adalah belalang. Organ reseptor belalang terdiri dari:
a. Organ
takstil→berupa antena, kaki yang paling besar, cerci, dan distal system kaki.
Fungsinya adalah sebagai tigmoreseptor.
b. Organ
olfaktori→antena
c. Organ
gustatori→antena
d. Organ
visual→mata majemuk dan mata oceli
e.
Organ audoti→terdiri
dari membrane timpani berupa cincin chitio. Di bagian apparatus terdapat
organ muler yang terdiri dari scolopidia.
f.
Mata majemuk
pada belalang tidak terdapat batang/tangkai
g. Suara yang
berasal dari getaran tibial spiner (spina pada daerah tibia) pada kaki belalang
dan bagian vena sayap.
D. Sistem
Indera pada Hewan Vertebrata
Pada
dasarnya sistem saraf vertebrata mirip dengan manusia, karena sama-sama
mempunyai sistem saraf pusat. Perbedaanya terletak pada tingkat kesempurnaanya
(tingkat perkembangannya). Hewan-hewan bertulang belakang memiliki otak yang
dapat dibedakan atas 3 bagian:
1)
Otak depa
a.
Tumbuh menjadi otak besar dan lobus
olfaktorius.
b.
Otak besar untuk belajar dan gerakan yang disadari.
c.
Lobus olfaktorius berfungsi sebagai
lobus pembau.
2)
Otak tengah, berfungsi sebagai lobus penglihatan.
3)
Otak belakang
a. Atap otak
belakang menebal membentuk otak kecil (cerebellum) yang berfungsi untuk
keseimbangan dan koordinasi gerakan.
b. Dasar otak
belakang membentuk sumsum penghubung (medula oblongata) sebagai pusat pengatur
denyut jantung, pembuluh darah dan gerakan pernapasan.
1.
Indera pada
Ikan
Indera ikan
yang berkembang dengan baik adalah indera pembau dan indera penglihatannya. Indra
penglihatan pada ikan berupa sepasang mata yang dilindungi selaput yang tembus
cahaya. Mata ikan tidak memiliki
kelopak tetapi dilindungi oleh selaput epidermis. Akomodasi dilakukan
dengan cara mengubah kedudukan lensa matanya. Telinga ikan hanya terdiri dari
bagian dalam saja yang berfungsi untuk menangkap getaran melalui tulang kepala.
. Indera
pencium pada ikan terdapat didekat mulutnya. Untuk mengetahui tekanan air ikan memiliki gurat sisi yang terletak di
tengah badan ikan membujur dari tutup insang sampai ke ekor.
mekanisme kerjanya adalah tekanan air à pori-pori gurat sisi à cairan gurat sisi àsaraf àotak.
2. Indera pada Katak
Indera katak
yang berkembang baik adalah mata dan pendengarannya. Mata katak tidak dapat
berakomodasi. Mata katak memiliki membrana niktitan atau selaput tidur yang
terletak pada kelopak mata bawah. Fungsinya adalah melindungi dan
membersihkan bola mata. Membran ini juga berfungsi menjaga kelembaban mata
selama didarat dan menghindari gesekan selama di air. Alat pendengaran katak
terdiri atas dua bagian yaitu bagian tengah dan dalam. Getaran suara
pertama kali diterima oleh gendang suara yang diteruskan ke tulang pendengaran
selanjutnya melalui cairan limfe diteruskan ke saraf pendengaran.
3.
Indera pada
Reptil
Indera
reptilia yang berkembang denngan baik yaitu indera pembaunya yang disebut organ
Jacobson yang terletak di langit-langit rongga mulut. Lidah ular
berfungsi membawa zat kimia berupa gas ke indera pembaunya dengan cara
difusi. Pada ular derik terdapat organa pit berbentuk lubang di depan mata dan
dapat mendeteksi radiasi sinar infra merah. Organa pit berfungsi menerima
pancaran panas tubuh musuhnya. Dalam keadaan gelap total, ular ini dapat
menentukan lokasi mangsanya.
4.
Indera pada
Burung
Indera
burung yang berkembang dengan baik adalah indera penglihatannya. Susunan mata
burung serupa dengan susunan mata mamalia. Umumnya burung memiliki daya
akomodasi yang sangat baik sehingga dapat melihat mangsanya dari jauh. Pada retinanya terdapat dua macam sel indera penerima rangsang, yaitu
sel kerucut yang peka terhadap rangsang cahaya yang kuat dan sel
batang.yang peka terhadap rangsang cahaya yang lemah.
Burung yang hidup dan mencari
makanan pada malam hari pada retinanya banyak mengandung sel batang. Sedangkan
burung yang hidup dan mencari makanan pada retinanya banyak mengandung sel
kerucut, contohnya burung hantu.
5.
Indera pada
Mamalia
Indera mamalia umumnya berkembang
dengan baik. Kepekaan indera pada masing- masing mamalia berbeda- beda
misalnnya kuncing, anjing mempunyai indera pendengaran yang istimewa.
Selain indera pendengran, anjing
memiliki indera pencium yang sangat tajam. Anjing dapat mendengar bunyi infrasonik yang getarannya kurang dari 20Hz.
Kalelawar dapat menimbulkan dan menerima getaran infrasonik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Sistem saraf
adalah kumpulan neuron yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mampu
mengoordinasikan berbagai aktivitas tubuh.
2.
Macam-macam
sistem indera antara lain: kemoreseptor, mekanoreseptor dan photoreseptor/
fotoreseptor.
3.
Sistem saraf
pada masing-masing hewan memiliki perbedaan.
4.
Sistem
indera pada msing-masing hewan memiliki perbedaan.
B.
Saran
1. Setelah mempelajari
tentang sistem indera dan saraf pada hewan, diharapkan agar kita semakin
bersyukur karena kita memiliki indera yang sempurna. kita juga diharapkan agar
mengerti dan memahami bahwa perbedaan dan keunikan masing-masing organisme
makhluk hidup merupakan kebesaran Tuhan yang menciptakan makhluk-Nya
berbeda-beda agar kehidupan di alam seimbang.
DAFTAR PUSTAKA
Astari Lolita. Sistem Syaraf Vertebrata. 2013. http://astarilolita.blogspot.com/2013/12/sistem-syaraf-vertebrata.html (diakses tanggal 3 Maret 201
http://amintabin.blogspot.com/2010/03/sistem-saraf-pada-vertebrata.html (diakses tanggal 4 Maret 2014)
http://www.slideshare.net/elreerlestari/savedfiles?s_title=indera-hewan&user_login=AgustinusWiyarno (diakses tanggal 4 Maret 2014)
http://senjadisoreitu.blogspot.com/2011/08/sistem-indera.html (Diakses tanggal 4 Mei 2014)
Saya ingin brtanaya apa yg di maksud dengan infrasonik? Trmakasih
ReplyDeleteYang dimaksud dengan Infrasonik adalah suara dengan frekuensi terlalu rendah untuk dapat didengar oleh telinga manusia. Terima kasih untuk coment nya lusiani
DeleteSaya mau bertanya. Bagaimana mekanisme indra pada serangga
ReplyDeleteMekanisme indra pada serangga yaitu dari Indra penglihat serangga terdiri atas mata majemuk dan mata tunggal. Indra pendengar serangga berupa selaput mirip gendang telinga. Indra peraba (dan juga indra pencium,) serangga adalah sepasang antena.
Deleteyang ingin saya tanyakan mengapa Ikan merupakan vertebrata yang paling rendah derajatnya dibandingkan vertebrata yang lain. terima kasih
ReplyDeleteIkan disebut sebagai hewan Vertebrata paling rendah dari vertebrata yang lain karena mempunyai tulang belakang. Ciri lain hewan vertebrata adalah biasanya mempunyai ukuran lebih besar dari avertebrata.
DeleteHewan vertebrata juga lebih pintar, memiliki sistem syaraf yang lebih canggih dibandingkan dengan avertebrata. Namun, tentunya kepandaian hewan tidak sama dengan manusia. Misal ikan lele kepandaiannya tidak sepadan dengan kamu. Nah, jika perbandingannya adalah sesama hewan misal anemon laut, maka lele lebih pandai.
Kelebihan hewan avertebrata lainnya adalah hewan tersebut mempunyai otot dan tulang. Otot berfungsi membuat hewan vertebrata bergerak, dan tulang berfungsi untuk membentuk tubuh lebih kuat.
Yang masuk dalam hewan vertebrata antara lain adalah Ikan ( pisces ), Amphibi, Reptil, Aves ( burung ) dan Mamalia. Terimakasih
keren. berhubung blog saya tentang katak, maka di sini saya fokus pada sistem indera dan saraf pada vertebrata khususnya katak. nah, yang ingin saya tanyakan apa sih hubungannya antara sistem indera (penglihatan) pada katak dengan bagian otak secara keseluruhan yang berbentuk memanjang dan bagian otak kecilnya tidak begitu berkembang? tolong jelaskan
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteBagus banget kak.
ReplyDeleteSaya ingin bertanya kan di atas Protozoa pada umumnya tidak memiliki indera. Meskipun demikian protozoa peka terhadap rangsangan, yaitu terhadap rangsang yang lembut akan mendekat dan terhadap rangsang yang kuat akan menjauh. Ini disebabkan karena apa yaa? Tolong jelaskan secara singkat ya kak.
Terimakasih
Di sebab kan rangsangan yang berupa cahaya dan sentuhan. Jika rangsangannya kuat, protozoamenjauh,sebaliknya jika rangsang itu lemah, akan mendekat. Arti nya tergantung pada cahaya atau sentuhannya.
DeleteSelamat malam kk, gelombang infrasonik itu apa ya? Dan contohnya apa saja?
ReplyDeleteTerimakasih 😉
Gelombang infrasonik adalah gelombang yang mempunyai frekuensi di bawah jangkauan telinga manusia. Frekuensi dari gelombang infrasonik ini berada di dibawah 20 Hertz. Jadi disini, gelombang infrasonik juga tidak dapat kita dengar (sama halnya dengan gelombang ultrasonik).
DeleteAda hewan-hewan tertentu yang dapat menangkap gelombang infrasonik, sehingga ketika terjadi gempa hewan tersebut sudah dapat mendeteksinya dan mencari tempat yang lebih aman. Contoh nya Beberapa hewan/binatang yang dapat mendengar bunyi infrasonik antara lain jangkerik dan anjing. Terima kasih pertanyaan nya herlina😃
Keren. .tapi saya mau naya dong apa-apa saja perbedaan Sistem saraf pada masing-masing hewan.
ReplyDeleteTerima kasih untuk pertanayaan nya nini.
DeleteAda sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi
1. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat merupakan pusat pengaturan informasi. Seluruh aktivitas tubuh dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang
contoh : otak, sumsum tulang belakang
2. Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Sistem saraf sadar meliputi sistem saraf kepala (kranial). Sedangkan, sistem saraf tidak sadar dibagi menjadi dua macam, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik.
contoh : sistem saraf sadar, sistem saraf tak sadar
hai.. kak makdalena saya mau bertanya
ReplyDeleteapa yang di maksud dengan paramecium ?
Terima kasih pertanyaannya rio.Paramecium merupakan salah satu protista mirip hewan. Protista ini berukuran sekitar 50-350ɰm. Paramecium telah memiliki selubung inti (Eukariot). Uniknya Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Paramecium bereproduksi secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan seksual (dengan konjugasi). Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya. Hal ini akan terlihat jika menggunakan mikroskop. Mereka menangkap makanan dengan cara menggetarkan silianya, maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya. memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan. Kegunaannya sebagai organisme model telah menyebabkan salah satu peneliti Ciliata untuk menggambarkannya sebagai "tikus putih" dari filum Ciliophora.
DeleteSelamat malam, Makdalena.
ReplyDeletePada kalimat ini dikatakan bahwa "Belalang memiliki sepasang potongan kecil sensori pada antena, toraks dan abdomen yang sensitif terhadap panas. Bila potongan kecil itu dihilangkan maka belalang tidak lagi merespon terhadap sumber panas".
Selain tidak lagi merespons terhadap sumber panas apa lagi akibatnya jika potongan kecil itu dihilangkan? Mohon dijelaskan ya, terima kasih.
Casino Near Bryson City NC 28906 | Mapyro
ReplyDeleteFind the best casinos 당진 출장샵 near Bryson City 경기도 출장안마 NC 28906 near 부천 출장마사지 Bryson City NC 28906 with Mapyro. Free and safe 고양 출장마사지 booking online with Mapyro. 남원 출장샵